Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Membina suatu hubungan memang membutuhkan investasi dan jika Anda ingin melihat invetasi Anda berkembang, Anda harus mengetahui apa yang Anda inginkan dari hubungan itu. Penting sekali mengetahui pendapat pasangan tentang berbagai pandangan untuk kemudian hari. Untuk itu coba diskusikan beberapa hal berikut ini dengan calon pendamping Anda.
1. Pernikahan
Jika Anda sudah mapan dan merasa bahwa hubungan dengan pasangan sudah mantap, tanyalah tentang pendapatnya mengenai pernikahan dan hubungan secara umum. Apakah ia melihat Anda sebagai masa depannya? Anda harus tahu sepenting apa hubungan ini baginya dan bagaimana posisi Anda dihatinya.
2. Rencana Keluarga
Apakah ia menginginkan kehadiran buah hati segera setelah Anda berdua menikah? Atau ia ingin menundanya dahulu karena masih ingin merasakan bulan madu bersama Anda? Misalnya Anda sedang memikirkan nama untuk anak sementara ia sedang merencanakan untuk memulai kariernya. Apa yang akan Anda lakukan? Dewasalah dan ciptakan komunikasi dua arah yang jelas, terbuka dan jujur.
3. Selera seksual
Kecocokan adalah hal yang sangat penting dalam semua hubungan, tetapi jauh lebih penting di tempat tidur. Yakinkan bahwa Anda berdua berada dalam selera yang sama sehingga usaha pencarian akan menjadi bagian yang menyenangkan.
4. Hobi
Apa yang ia suka lakukan? Apakah ia lebih suka kumpul bersama dengan teman-temannya ketika weekend dari pada menghadiri acara mingguan keluarga? Sebaiknya cari kesepakatan terbaik dalam hal ini, karena sering kali terjadi hal-hal yang sepertinya sepele ternyata mampu membuat sebuah rumah tangga menjadi retak.
5. Suka dan Tidak Suka
Memahami kesukaan dan ketidaksukaan akan penting bagi pertumbuhan hubungan Anda berdua. Wajar di antara Anda pasti ada perbedaan dalam hal ini, tetapi tidak untuk dipermasalahkan melainkan untuk disadari yang kemudian menimbulkan saling pengertian.
6. Spiritual
Saat ini, bahkan orang yang paling berbeda soal prinsip hidup dapat menjalani hidup dengan kebahagian. Meskipun berbeda, antar pribadi harus ada rasa saling toleransi mengenai keyakinan masing-masing. Namun disarankan sebaiknya Anda berdua mempunyai keyakinan spiritual yang sama.
7. Riwayat keluarga
Apakah ada friksi antara anggota keluarga? Memahami calon keluarga masing-masing akan lebih baik dari pada menjalani kehidupan rumah tangga tanpa dukungan sanak saudara. Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda membutuhkan uluran tangan dari keluarga Anda dan pasangan.
8. Kesehatan
Masalah kesehatan merupakan hal penting yang patut Anda dan pasangan ketahui sebelum mengarungi bahtera perkawinan. Ini penting untuk menentukan bibit, bebet dan bobot calon buah hati yang akan menjadi penerus keluarga agar tidak menderita kelainan atau hal-hal yang tidak diharapkan.
9. Tangga-tanggal penting
Untuk menciptakan hubungan yang langgeng diperlukan sikap saling menghargai. Salah satunya adalah dengan cara mengingat tanggal-tanggal penting bagi Anda berdua. Misalnya seperti tanggal ulang tahun Anda atau si dia, tanggal pernikahan, dll.
10. Aspirasi dan impian
Memadukan aspirasi dan impian juga merupakan hal penting. Jika pasangan mengharapkan Anda menjadi ibu rumah tangga sementara Anda masih mencintai karier Anda, sebaiknya bicarakan lagi dengan pasangan. Jangan buru-buru menuduh pasangan egois. Tapi lihat sisi positif dan negatif dari permintaan pasangan. Memasuki gerbang perkawinan tidak selalu seindah kisah Cinderella. Tapi cinta sejati membutuhkan pengorbanan. Nah, sanggupkah Anda dan pasangan mengorbankan ego masing-masing agar tercipta suatu hubungan yang harmonis dan langgeng?
Posted in Artikel Saduran | Leave a Comment »
Gagal merencanakan sama artinya dengan merencanakan gagal. Dalam mengerjakan apapun, persiapan yang matang menjadi kunci kesuksesan. Demikian buat nikah, persiapan menjadi kata kunci agar pernikahan bisa dijalani dengan baik, baik itu sebelum, ketika dan sesudah ijab kabul.
Apa saja yang harus dipersiapkan seorang calon suami? setidaknya ada empat hal :
- Kesiapan menjadi pemimpin, Allah S.W.T telah menganugerahkan bagi laki-laki kuasa kepemimpinan dalam rumah tangga (QS An-Nisaa’ [4]:34). Tugas kepemimpinan ini tidak berarti seorang suami lebih tinggi dari yang dipimpin. Jabatan hanya sekedar pembagian tugas, dengan beban tanggung jawab yang lebih besar, suami bertanggung jawab penuh untuk menafkahi dan membimbing istri serta anak-anaknya selamat dunia akhirat
- Kesiapan ilmu, khususnya ilmu agama. Seorang suami harus bisa mendidik istrinya, suami yang kurang ilmu, biasanya hanya bisa ngarang, orang yang ngarang biasanya cenderung emosional dan mudah marah. Pengetahuan agama yang dimiliki tidak harus sempurna, setidaknya mengetahui mana yang wajib, sunnah, dan mana yang makruh. Plus ilmu-ilmu penunjang lainnya, seperti kesehatan, psikologi, manajemen keuangan dsb. Walau tidak mendalam, setidaknya kita tahu sehingga memiliki pegangan.
- Kesiapan mental atau ruhiah. Dalam rumahtangga pasti akan ditemukan banyak masalah, agar kita mampu mengelola masalah secara cerdas dibutuhkan kekuatan mental serta kelapangan hati. Orang yang lemah mental dan imannya, cenderung goyah ketika dihadapkan pada sebuah masalah. Tanpa kesiapan mental dan ruhiyah, masalah kecil bisa menjadi besar, masalah sederhana bisa menjadi rumit.
- Kesiapan finansial. Membangun rumahtangga tidak cukup sekedar cinta dan cita-cita ideal. Yakin bahwa Allah Maha Kaya memang penting, namun keyakinan tersebut harus disempurnakan dengan ikhtiar, mumpung masih ada waktu persiapkanlah segalanya dengan matang, banyak belajar, perkuat ibadah, perbanyak doa, termasuk mempersiapkan mental dan finansial. Semoga Pernikahannya dirahmati Allah S.W.T, amin…
Buat para calon suami, smoga artikel diatas bisa bermanfaat
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
